DON’T STOP KOMANDAN = KAMIPUN SIAP BERBARIS BOS
Oleh : Wahid A Fattah
Don’t Stop Komandan, adalah Taq Line yang disampaikan bertanda bahwa
Pemerintahan perlu berjalan tanpa Henti – dibicarakan, Kenapa??. Hari
ini H.Syahrul Yasin Limpo selaku Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan
atas Prestasinya membangun Perekomian oleh Kementerian Perekonomian
menetapkannya sebagai Koordinator IV Wilayah Sulawesi meliputi Enam
Propinsi yaitu Sulawesi Utara – Gorontalo – Sulawesi Tengah – Sulawesi
Tenggara – Sulawesi Barat, dengan tugas untuk mempercepat Pembangunan
Perekonian yang bertumpu pada Sektor Pangan. Hal ini seiring dengan
terbukanya Link Penerbangan dari Makassar ke Singapura dan Hubungan
Kemitraan lain di Eroupa dan Negara-Negara Arabia. Hari inipun, H.Agus
Arifin Nu’mang atas nama Gubernur Sulawesi Selatan, telah membuka
Pameran Ekspo Pertanian di Triple C Makassar dan kepada Menteri
Pertanian diharapkan adanya CARGO khusus untuk Komoditas Pangan yang
disambut baik oleh seluruh Penggiat dan masyarakat Ekonomi Pertanian di
Sulawesi Selatan dan Seluruh Peserta Ekspo.
Don’t Stop Komandan, Kita masih teringat bahwa Minggu lalu Pemerintah
Provinsi Sulawesi Selatan, telah melakukan Eksport Perdana Sayuran ke
Negara Singapore dalam membuka Pasar Ekspor melalui Kapal Udara.
Peluang pemenuhan harapan atas Eksport Komoditas Pertanian masih
dimungkinkan dengan Jalur Kapal Laut agar nilai Kompetitif dapat
tercapai pada Komoditas buahan tertentu. Untuk Kontinyuitas maka
Pemerintah Provinsi tetap dalam posisi sebagai Fasilitator antar
Penggiat Perekonomian (Kadin) kedua belah pihak. Spirit membuka jalur
dagang telah mendorong terbukanya Peluang Pasar Baru disamping Pasar
Lokal dan Pasar Antar Pulau. Dibidang Otomotif, juga telah dirintis
kemungkinan hadirnya Industri Mobil, kalau ini terjadi maka untuk
Pertama Kalinya dan Boleh jadi sebagai Satu-Satunya Provinsi di Luar
Kepulauan Jawa yang mempunyai Industri Pembuatan atau Perakitan MOBIL
Roda Empat. Harapan ini, tentu akan berjalan dengan baik atas Dukungan
Seluruh Masyarakat di Provinsi Sulawesi Selatan pada Khususnya dan
Masyarakat di Kawasan Timur Indonesia pada Umumnya. Memang kita perlu
kerja Keras, bagi sebahagian yang tidak ‘PAHAM’ atau berseberangan
keinginan menganggap harapan kita terlalu Jauh., namun kitapun telah
sepakat berpandangan sama dengan Gubernur bahwa KITA BISA hanya butuh
Kemauan Kuat guna mewujudkannya. Itulah sebabnya Syahrul Yasin Limpo
bersama Agus Arifin Nu’mang tidak henti-hentinya mendorong seluruh
Seqment untuk Pro Aktif dan Sinergi, tentu saja tetap dalam Koridor yang
tidak melanggar Hukum. Kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah
serta Seluruh Bupati dan Walikota selalu didorong (Spirit) : TIADA HARI
TANPA PERUBAHAN – TIADA HARI TANPA PENYEMPURNAAN – LAKUKAN YANG BELUM
PERNAH DILAKUKAN SEBELUMNYA. Mari kita tegakkan diri dengan Kerja Keras
agar apa yang menjadi Harapan Masyarakat dapat terwujud – Kalaupun
belum maka Don’t Stop Komandan - Kita Lanjutkan pada Priode akan
datang.
Don’t Stop Komandan, adalah ajakan
untuk meneruskan. Karena memang harus demikian. Rintisan yang telah
dilakukan dalam Terosan di bidang Perhubungan dan dengan Garuda Air
Lines agar adanya Penerbangan Khusus dari Makassar ke Singapura,
beresiko terhadap pemenuhan KUOTA penerbangan yang Konstan dalam artian
seberapa banyak Kalangan “The Have” yang punya kepentingan dengan
Negara Singa ini kemudian berapa kali dari usaha tersebut terjadi…
sungguh suatu pertaruhan bagi seorang PEMIMPIN yang membutuhkan
keberanian dan Ikhlas. Bak Gayung Bersambut, ke inginan Gubernur
mendapat Respons kuat dari Perusahaan Negara ini, Link Penerbangan di
setujui berarti Tanggung Jawab Provinsi untuk mengisi Kuota dari
Penerbangan tersebut. Dilakukanlah hubungan-hubungan kemitraan Dagang
antar Pemerintah dan Masyarakat Singapore dengan Masyarakat dan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas nama Pemerintah RI.
Pemerintah Singapore tidak punya lahan namun punya uang, untuk itu
peranan pertanian Pangan dan Perkebunan perlu didorong dan dikoneksikan
untuk Komoditas Unggulan. Pertaruhan ini Memang butuh Keberanian, butuh
perhitungan dan butuh Kehormatan.`Alhamdulillah karena komunikasi
antar Penggiat Ekonomi berjalan Intensif mendorong hadirnya keinginan
kunjung dari kedua belah pihak maka Jalur Penerbangan telah dapat
dipenuhi sekalipun belum setiap saat. Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur
selalu berpandangan Komunikasi akan menghadirkan Koordinasi dan
Partisipasi yang selanjutnya diharapkan akan Hadir Produktivitas
disegala Aspek, bukan hanya Pertanian Pangan saja tapi Aspek Aspek
Perekonomian lainnya akan tumbuh dengan sendirinya. Rintisan
penerbanganpun telah dilakukan untuk Jemaah Haji dari Masyarakat
Sulawesi Selatan, yang dapat menghemat biaya dengan memotong satu
Sikles Persinggahan di Jakarta dengan demikian, sudah bisa dibayangkan
bagaimana maraknya – nantinya – Pemberangkatan dengan Biaya Murah.
Don't Stop Komandan, TIDAK ADA KESUKSESAN DARI PEMIMPIN YANG TAKUT
RESIKO, KEHORMATAN SEORANG PEMIMPIN TIDAK AKAN HADIR BILA SELALU
MENGEDEPANKAN RASA TAKUT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar