MAKASAR DIURUTAN 47 DARI 50 BESAR KABUPATEN / KOTA
JAKARTA
- Survei Transparency International Indonesia (TII) mengungkapkan bahwa
Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Kota DKI Jakarta hanya 4,43. Dimana, dari
skala 0-10 nilai Jakarta masih di bawah standar. Ini mengindikasikan
Jakarta belum bebas dari korupsi, malah jauh dari angka sempurna.
"Kalau nilai 6 saja itu masih C. Ya terhitungnya luluslah, tapi itu pun
masih belum bisa dikatakan maksimal," kata Ketua Dewan Pengurus TII
yang juga pengacara senior Todung Mulya Lubis, saat peluncuran Indeks
Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia di Graha Niaga, Jl Sudirman, Jakarta,
Selasa (9/11).
Survei dilakukan dengan cara wawancara tatap muka
terhadap 9.237 responden pelaku bisnis antara bulan Mei sampai dengan
Oktober 2010. IPK Indonesia mengukur tingkat korupsi di 50 kota di
seluruh Indonesia meliputi 33 ibukota propinsi ditambah 17 kota lain
yang signifikan secara ekonomi.
Dikatakan Todung, rentang indeks
antara 0 sampai 10. 0 berarti dipersepsikan sangat korup, 10 sangat
bersih. TII menyasar responden pelaku bisnis. Para pelaku bisnis dibagi
menjadi 3 kategori yakni perusahaan besar (22 persen), menengah (40
persen), kecil (38 persen).
Kota Denpasar mendapat skor tertinggi
(6,71) disusul Tegal (6,26), Solo, (6,00), Yogyakarta dan Manokwari
(5,81). Sedang dua kota yang mendapat poin terendah yakni Cirebon (3,61)
dan Pekanbaru (3,61). Kota Jakarta berada di peringkat 38 dari 50 kota
yang dinilai. "Sepertinya korupsi masih jadi lahan subur. Walau hanya 50
kota. Korupsi masih sistemik, walaupun ini hanya persepsi," tutup
Todung. (Sam)
Berikut peringkat 50 kota sesuai IPK yang dilansir TII,
1. Denpasar (6,71)
2. Tegal (6,26)
3. Surakarta/Solo (6,00)
4. Yogyakarta (5,81)
5. Manokwari (5,81)
6. Gorontalo (5,69)
7. Tasikmalaya (5,68)
8. Balikpapan (5,58)
9. Kediri (5,56)
10. Lhokseumawe (5,55)
11. Sampit (5,55)
12. Tenggarong (5,41)
13. Mataram (5,39)
14. Manado (5,35)
15. Ambon (5,29)
16. Banjarmasin (5,20)
17. Kendari (5,20)
18. Sibolga (5,15)
19. Palu (5,10)
20. Padang (5,07)
21. Purwokerto (5,06)
22. Bandung (5,04)
23. Palangkaraya (5,03)
24. Pematang Siantar (5,02)
25. Semarang (5,00)
26. Bandar Lampung (4,93)
27. Kupang (4,89)
28. Serang (4,87)
29. Samarinda (4,85)
30. Batam (4,73)
31. Jember (4,71)
32. Palembang (4,70)
33. Banda Aceh (4,61)
34. Padang Sidempuan (4,58)
35. Tanjung Pinang (4,55)
36. Pontianak (4,52)
37. Mamuju (4,45)
38. Jakarta (4,43)
39. Ternate (4,42)
40. Bengkulu (4,41)
41. Jayapura (4,33)
42. Sorong (4,26)
43. Pangkal Pinang (4,19)
44. Medan (4,17)
45. Malang (4,15)
46. Jambi (4,13)
47. Makasar (3,97)
48. Surabaya (3,94)
49. Cirebon (3,61)
50. Pekanbaru (3,61)
Survei dilakukan dengan cara wawancara tatap muka terhadap 9.237 responden pelaku bisnis antara bulan Mei sampai dengan Oktober 2010. IPK Indonesia mengukur tingkat korupsi di 50 kota di seluruh Indonesia meliputi 33 ibukota propinsi ditambah 17 kota lain yang signifikan secara ekonomi.
Dikatakan Todung, rentang indeks antara 0 sampai 10. 0 berarti dipersepsikan sangat korup, 10 sangat bersih. TII menyasar responden pelaku bisnis. Para pelaku bisnis dibagi menjadi 3 kategori yakni perusahaan besar (22 persen), menengah (40 persen), kecil (38 persen).
Kota Denpasar mendapat skor tertinggi (6,71) disusul Tegal (6,26), Solo, (6,00), Yogyakarta dan Manokwari (5,81). Sedang dua kota yang mendapat poin terendah yakni Cirebon (3,61) dan Pekanbaru (3,61). Kota Jakarta berada di peringkat 38 dari 50 kota yang dinilai. "Sepertinya korupsi masih jadi lahan subur. Walau hanya 50 kota. Korupsi masih sistemik, walaupun ini hanya persepsi," tutup Todung. (Sam)
Berikut peringkat 50 kota sesuai IPK yang dilansir TII,
1. Denpasar (6,71)
2. Tegal (6,26)
3. Surakarta/Solo (6,00)
4. Yogyakarta (5,81)
5. Manokwari (5,81)
6. Gorontalo (5,69)
7. Tasikmalaya (5,68)
8. Balikpapan (5,58)
9. Kediri (5,56)
10. Lhokseumawe (5,55)
11. Sampit (5,55)
12. Tenggarong (5,41)
13. Mataram (5,39)
14. Manado (5,35)
15. Ambon (5,29)
16. Banjarmasin (5,20)
17. Kendari (5,20)
18. Sibolga (5,15)
19. Palu (5,10)
20. Padang (5,07)
21. Purwokerto (5,06)
22. Bandung (5,04)
23. Palangkaraya (5,03)
24. Pematang Siantar (5,02)
25. Semarang (5,00)
26. Bandar Lampung (4,93)
27. Kupang (4,89)
28. Serang (4,87)
29. Samarinda (4,85)
30. Batam (4,73)
31. Jember (4,71)
32. Palembang (4,70)
33. Banda Aceh (4,61)
34. Padang Sidempuan (4,58)
35. Tanjung Pinang (4,55)
36. Pontianak (4,52)
37. Mamuju (4,45)
38. Jakarta (4,43)
39. Ternate (4,42)
40. Bengkulu (4,41)
41. Jayapura (4,33)
42. Sorong (4,26)
43. Pangkal Pinang (4,19)
44. Medan (4,17)
45. Malang (4,15)
46. Jambi (4,13)
47. Makasar (3,97)
48. Surabaya (3,94)
49. Cirebon (3,61)
50. Pekanbaru (3,61)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar