Jumat, 31 Agustus 2012

INDEK KECENDERUNGAN KORUPSI

MAKASAR DIURUTAN 47 DARI 50 BESAR KABUPATEN / KOTA

JAKARTA - Survei Transparency International Indonesia (TII) mengungkapkan bahwa Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Kota DKI Jakarta hanya 4,43. Dimana, dari skala 0-10 nilai Jakarta masih di bawah standar. Ini mengindikasikan Jakarta belum bebas dari korupsi, malah jauh dari angka sempurna.

"Kalau nilai 6 saja itu masih C. Ya terhitungnya luluslah, tapi itu pun masih belum bisa dikatakan maksimal," kata Ketua Dewan Pengurus TII yang juga pengacara senior Todung Mulya Lubis, saat peluncuran Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia di Graha Niaga, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (9/11).
Survei dilakukan dengan cara wawancara tatap muka terhadap 9.237 responden pelaku bisnis antara bulan Mei sampai dengan Oktober 2010. IPK Indonesia mengukur tingkat korupsi di 50 kota di seluruh Indonesia meliputi 33 ibukota propinsi ditambah 17 kota lain yang signifikan secara ekonomi.
Dikatakan Todung, rentang indeks antara 0 sampai 10. 0 berarti dipersepsikan sangat korup, 10 sangat bersih. TII menyasar responden pelaku bisnis. Para pelaku bisnis dibagi menjadi 3 kategori yakni perusahaan besar (22 persen), menengah (40 persen), kecil (38 persen).
Kota Denpasar mendapat skor tertinggi (6,71) disusul Tegal (6,26), Solo, (6,00), Yogyakarta dan Manokwari (5,81). Sedang dua kota yang mendapat poin terendah yakni Cirebon (3,61) dan Pekanbaru (3,61). Kota Jakarta berada di peringkat 38 dari 50 kota yang dinilai. "Sepertinya korupsi masih jadi lahan subur. Walau hanya 50 kota. Korupsi masih sistemik, walaupun ini hanya persepsi," tutup Todung. (Sam)
Berikut peringkat 50 kota sesuai IPK yang dilansir TII,
1. Denpasar (6,71)
2. Tegal (6,26)
3. Surakarta/Solo (6,00)
4. Yogyakarta (5,81)
5. Manokwari (5,81)
6. Gorontalo (5,69)
7. Tasikmalaya (5,68)
8. Balikpapan (5,58)
9. Kediri (5,56)
10. Lhokseumawe (5,55)
11. Sampit (5,55)
12. Tenggarong (5,41)
13. Mataram (5,39)
14. Manado (5,35)
15. Ambon (5,29)
16. Banjarmasin (5,20)
17. Kendari (5,20)
18. Sibolga (5,15)
19. Palu (5,10)
20. Padang (5,07)
21. Purwokerto (5,06)
22. Bandung (5,04)
23. Palangkaraya (5,03)
24. Pematang Siantar (5,02)
25. Semarang (5,00)
26. Bandar Lampung (4,93)
27. Kupang (4,89)
28. Serang (4,87)
29. Samarinda (4,85)
30. Batam (4,73)
31. Jember (4,71)
32. Palembang (4,70)
33. Banda Aceh (4,61)
34. Padang Sidempuan (4,58)
35. Tanjung Pinang (4,55)
36. Pontianak (4,52)
37. Mamuju (4,45)
38. Jakarta (4,43)
39. Ternate (4,42)
40. Bengkulu (4,41)
41. Jayapura (4,33)
42. Sorong (4,26)
43. Pangkal Pinang (4,19)
44. Medan (4,17)
45. Malang (4,15)
46. Jambi (4,13)
47. Makasar (3,97)
48. Surabaya (3,94)
49. Cirebon (3,61)
50. Pekanbaru (3,61)

Rabu, 29 Agustus 2012

PESAN SEORANG SAHABAT



PERTAMA
Baca dengan seksama aturan yang dibuat moderator. Sebelum memposting pesan ke milis sebaiknya dipelajari baik-baik aturan milis tersebut.

KEDUA
Setelah mengetik pesan, baca kembali pesan kita dan pikirkan kembali apakah pesan yang kita tulis itu layak untuk disampaikan di milis yang mungkin anggotanya ribuan orang. Untuk mengetahui member milis bisa diliat di web milis tersebut.

KETIGA
 Hindari tanggapan yang sangat singkat misalnya “setuju”. Apakah manfaat kita menanggapi seperti ini? Ingat bahwa pesan “setuju” akan dikirimkan ke seluruh anggota yang mungkin adalah ribuan atau ratusan ribu email. Kalau kita melakukannya berarti kita ikut andil dalam memperpadat trafik internet hanya untuk sesuatu yang kurang bermanfaat. Orang lain yang membuka email kita juga tidak mendapatkan manfaat apapun.

KEEMPAT
 Jangan pernah menyerang personality Dalam beradu pendapat atau membahas suatu persoalan tidak ada keterkaitan antara persoalan tersebut dengan penulisnya, jadi jangan pernah menyerang pribadi tersebut. Argumentasi harus diarahkan terhadap isi pesan itu bukan terhadap kelemahan si penulisnya. Jangan sampai terjadi, "kumbang diseberang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tidak kelihatan

KELIMA
 Kirim pesan melalui alamat email pribadi jika isi email kita tidak ada kaitannya dengan member lain. Sering sekali dalam sebuah milis karena merasa yang berpendapat adalah teman kuliahnya atau teman semasa kecil, lalu menanyakan kabar lewat milis tersebut.

KEENAM
 Sebelum menanyakan sesuatu sebaiknya melihat web milis terutama arsip pesan yang telah ada. Sering kali pertanyaan sudah dijawab pada waktu lampau.

KETUJUH
 Ingatlah pepatah “mulutmu adalah harimaumu”. Hal ini juga berlaku untuk menulis pesan di milis, karena tulisan itu adalah penyambung lidah kita. Untuk itu marilah berhati-hati dalam menulis. Dunia maya juga mempunyai aturan yang efeknya juga bisa saja berujung pada masalah hukum jika ada yang mempersoalkan tulisan kita.

Senin, 27 Agustus 2012

SEBUAH CATATAN RINGAN

DON’T STOP KOMANDAN = KAMIPUN SIAP BERBARIS BOS
Oleh : Wahid A Fattah

             Don’t Stop Komandan, adalah Taq Line yang disampaikan bertanda bahwa Pemerintahan perlu berjalan tanpa Henti – dibicarakan, Kenapa??. Hari ini H.Syahrul Yasin Limpo selaku Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan atas Prestasinya membangun Perekomian oleh Kementerian Perekonomian menetapkannya  sebagai Koordinator IV Wilayah Sulawesi meliputi Enam Propinsi yaitu Sulawesi Utara – Gorontalo – Sulawesi Tengah – Sulawesi Tenggara – Sulawesi Barat, dengan tugas untuk mempercepat Pembangunan Perekonian yang bertumpu pada Sektor Pangan. Hal ini seiring dengan terbukanya Link Penerbangan dari Makassar ke Singapura dan Hubungan Kemitraan lain di Eroupa dan Negara-Negara Arabia. Hari inipun, H.Agus Arifin Nu’mang atas nama Gubernur Sulawesi Selatan, telah membuka Pameran Ekspo Pertanian di Triple C Makassar dan kepada Menteri Pertanian diharapkan adanya CARGO khusus untuk Komoditas Pangan yang disambut baik oleh seluruh Penggiat dan masyarakat Ekonomi Pertanian di Sulawesi Selatan dan Seluruh Peserta Ekspo.

             Don’t Stop Komandan, Kita masih teringat bahwa Minggu lalu Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, telah melakukan Eksport Perdana Sayuran ke Negara Singapore dalam membuka Pasar Ekspor melalui Kapal Udara. Peluang pemenuhan harapan atas Eksport Komoditas Pertanian masih dimungkinkan dengan Jalur Kapal Laut agar nilai Kompetitif dapat tercapai pada Komoditas buahan tertentu. Untuk Kontinyuitas  maka Pemerintah Provinsi tetap dalam posisi sebagai Fasilitator antar Penggiat Perekonomian (Kadin) kedua belah pihak. Spirit membuka jalur dagang telah mendorong terbukanya Peluang Pasar Baru disamping Pasar Lokal dan Pasar Antar Pulau. Dibidang Otomotif, juga telah dirintis kemungkinan hadirnya Industri Mobil, kalau ini terjadi maka untuk Pertama Kalinya dan Boleh jadi sebagai Satu-Satunya Provinsi di Luar Kepulauan Jawa yang mempunyai Industri Pembuatan atau Perakitan MOBIL Roda Empat. Harapan ini, tentu akan berjalan dengan baik atas Dukungan Seluruh Masyarakat di Provinsi Sulawesi Selatan pada Khususnya dan Masyarakat di Kawasan Timur Indonesia pada Umumnya. Memang kita perlu kerja Keras, bagi sebahagian yang tidak ‘PAHAM’ atau berseberangan keinginan menganggap harapan kita terlalu Jauh., namun kitapun telah sepakat berpandangan sama dengan Gubernur bahwa  KITA BISA hanya butuh Kemauan Kuat guna mewujudkannya. Itulah sebabnya Syahrul Yasin Limpo bersama Agus Arifin Nu’mang tidak henti-hentinya mendorong seluruh Seqment untuk Pro Aktif dan Sinergi, tentu saja tetap dalam Koridor yang tidak melanggar Hukum. Kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah serta Seluruh Bupati dan Walikota selalu didorong  (Spirit) : TIADA HARI TANPA PERUBAHAN – TIADA HARI TANPA PENYEMPURNAAN – LAKUKAN YANG BELUM PERNAH DILAKUKAN SEBELUMNYA. Mari kita tegakkan diri dengan Kerja Keras agar apa yang menjadi Harapan Masyarakat dapat terwujud – Kalaupun belum maka Don’t Stop Komandan - Kita Lanjutkan pada Priode akan datang.

             Don’t Stop Komandan, adalah ajakan untuk meneruskan. Karena memang harus demikian. Rintisan yang telah dilakukan dalam Terosan di bidang Perhubungan dan dengan Garuda Air Lines agar adanya Penerbangan Khusus dari Makassar ke Singapura,  beresiko terhadap pemenuhan KUOTA penerbangan yang Konstan dalam artian seberapa banyak Kalangan “The Have” yang punya kepentingan dengan Negara Singa ini kemudian berapa kali dari usaha tersebut terjadi… sungguh suatu pertaruhan bagi seorang PEMIMPIN yang membutuhkan keberanian dan Ikhlas. Bak Gayung Bersambut, ke inginan Gubernur mendapat Respons kuat dari Perusahaan Negara ini, Link Penerbangan di setujui berarti Tanggung Jawab Provinsi untuk mengisi Kuota dari Penerbangan tersebut. Dilakukanlah hubungan-hubungan kemitraan Dagang antar Pemerintah dan Masyarakat Singapore dengan Masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas nama Pemerintah RI. Pemerintah Singapore tidak punya lahan namun punya uang, untuk itu peranan pertanian Pangan dan Perkebunan perlu didorong dan dikoneksikan untuk Komoditas Unggulan. Pertaruhan ini Memang butuh Keberanian, butuh perhitungan dan butuh Kehormatan.`Alhamdulillah karena komunikasi antar Penggiat Ekonomi berjalan Intensif mendorong hadirnya keinginan kunjung dari kedua belah pihak maka Jalur Penerbangan telah dapat dipenuhi sekalipun belum setiap saat. Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur selalu berpandangan Komunikasi akan menghadirkan Koordinasi dan Partisipasi yang selanjutnya diharapkan akan Hadir Produktivitas disegala Aspek, bukan hanya Pertanian Pangan saja tapi Aspek Aspek Perekonomian lainnya akan tumbuh dengan sendirinya. Rintisan penerbanganpun telah dilakukan untuk Jemaah Haji dari Masyarakat Sulawesi Selatan, yang dapat menghemat biaya dengan memotong satu Sikles Persinggahan di Jakarta dengan demikian, sudah bisa dibayangkan bagaimana maraknya – nantinya – Pemberangkatan dengan Biaya Murah.

              Don't Stop Komandan, TIDAK ADA KESUKSESAN DARI PEMIMPIN YANG TAKUT RESIKO, KEHORMATAN SEORANG PEMIMPIN TIDAK AKAN HADIR BILA SELALU MENGEDEPANKAN RASA TAKUT.